0
Dikirim pada 30 September 2018 di Kabar Terbaru

INDONESIA punya segudang keindahan yang mempesona mata dunia. Salah satunya yang tak henti menimbulkan decak kagum adalah Danau Toba, Sumatera Utara.


 


Dari sekian banyak danau di Tanah Air, Danau Toba merupakan salah satu yang terbesar. Bahkan, di dunia, Danau Toba menempati posisi kedua terbesar setelah Danau Victoria di Afrika.


 



 


Ya, Danau Toba memang menyimpan berjuta pesona alam yang tak akan habis untuk dijelajahi. Tak mengherankan jika kekayaan alam yang satu ini menjadi destinasi favorit yang terus dikembangkan oleh pemerintah.


 


Baca Juga: apa itu indikator 


 


Sejarah mencatat bahwa danau ini terbentuk dari letusan gunung berapi super. Danau ini bak lautan luas jika dilihat di sepanjang pesisirnya. Wisatawan akan dibuat kagum oleh keindahan Danau Toba yang dikelilingi hamparan bukit barisan dan dilengkapi pulau vulkanik yang berada di tengahnya, yaitu Pulau Samosir.


 



 


Wikipedia.org menyebutkan bahwa Danau Toba merupakan danau alami besar di Indonesia yang berada di kaldera gunung berapi super. Danau ini memiliki panjang 100 kilometer (62 mil), lebar 30 kilometer (19 mi), dan kedalaman 1;600 meter (5;200 ft). Selain itu, ketinggian permukaannya sekitar 900 meter (2;953 ft).


 


Danau Toba adalah lokasi letusan gunung berapi super masif berkekuatan VEI 8 sekitar 69.000 sampai 77.000 tahun yang lalu yang memicu perubahan iklim global. Metode penanggalan terkini menetapkan bahwa 74.000 tahun yang lalu lebih akurat. Letusan ini merupakan letusan eksplosif terbesar di bumi dalam kurun 25 juta tahun terakhir.


 


Menurut teori bencana Toba, letusan ini berdampak besar bagi populasi manusia di seluruh dunia; dampak letusan menewaskan sebagian besar manusia yang hidup waktu itu dan diyakini menyebabkan penyusutan populasi di Afrika timur tengah dan India sehingga memengaruhi genetika populasi manusia di seluruh dunia sampai sekarang.


 


Para ilmuwan sepakat bahwa letusan Toba memicu musim dingin vulkanik yang menyebabkan jatuhnya suhu dunia antara 3 to 5 °C (5,4 to 9,0 °F), dan hingga 15 °C (27 °F) di daerah lintang atas. Penelitian lanjutan di Danau Malawi, Afrika Tengah, menemukan endapan debu letusan Toba, tetapi tidak menemukan bukti perubahan iklim besar di Afrika Timur. (imm)



Cari Informasi Wisata Pangandaran, Paket Wisata Pangandaran, Green Canyon, Batu Karas dan yang lainnya, segera buka www.mypangandaran.com


Dikirim pada 30 September 2018 di Kabar Terbaru
comments powered by Disqus
Profile

Ibu muda yang doyan baca di media internet More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 818 kali


connect with ABATASA